Barusan aku dapet sms dari temen yang ngabarin kondisi kesehatan Mba' Rin sekarang. Kesehatannya semakin menurun...
Nafasnya semakin sesak, HB-nya turun, trombositnya juga turun, kaki dan tangannya membengkak, infus lewat dada karna lewat tangan udah ga bisa lagi... Kanker payudaranya udah nyebar ke tulang dan udah stadium 4. Karena kondisinya yang nge-drop, Dokter ga berani kemo, sampai saat ini dari 6x3 kemo yang harus dijalanin, Mba' Rin baru ngejalanin 1, itupun baru sepertiganya aja.Ya Allah... semua yang terjadi dalam kehidupan kami adalah rahasia-Mu. Hari ini kami sehat walafiat, beberapa jam lagi mungkin Engkau memberi kami sakit.
Ga ada yang nyangka sebelumnya kalo Mba' Rin bakal terbaring ga berdaya seperti sekarang. Bermula dari kecelakaan kecil di rumah. Mba' Rin kepleset di depan kamar mandi. Efeknya lumayan fatal, tulang belakangnya retak dan ngegeser. Operasi pertama blio jalanin di Balikpapan, tapi entah gimana pen yang dipasang lepas, akhirnya blio operasi lagi di Surabaya untuk memperbaiki kesalahan yang terjadi di operasi yang pertama.
Cukup lama Mba' Rin di Surabaya, untuk terapi dan pemulihan. Akhirnya blio pulang kembali ke Bontang *kota kecil Nun Jauh Disana* Tapi tetep blom bisa jalan normal dan beraktivitas seperti biasa.
Sampai satu hari Mba' Rin sesak nafas dan masuk ICU, paru2nya penuh dengan cairan... dari hasil rontgen, ketauan kalo blio punya kanker payudara dan udah stadium 4. Dan ternyata, blio tau ini udah lama *masyaAllah*, tapi blio ga pernah crita sedikitpun. Dan sekarang penyakit yang ia diamkan itu udah semakin parah, ditambah lagi karna kondisi dia yang lemah setelah 2x operasi.
Mba' Rin ini yatim piatu, di Bontang ia tinggal berdua aja ma anaknya... Alasan Mba' Rin menutupi penyakitnya pertama karena ia pikir itu hanya benjolan biasa, kedua ia ngerasa sehat2 aja dan ga punya keluhan apapun, dan yang ketiga ia ga pengen ngerepotin orang2 disekitarnya.
Tapi menurutku, Mba' Rin ga siap untuk divonis kanker payudara, makanya dia ga pernah mau periksa. Bayangin aja, dia nutupin udah 4 tahun lamanya. Waktu kita dah pada tau tentang penyakitnya, Mba' Rin sensitif sekali klo diajak bicara tentang penyakitnya itu.
Buat kaum wanita pastinya payudara itu penting... tapi apa iya kalo itu dah jadi sumber penyakit harus terus dipelihara? Sampai sekarang ini Mba' Rin belum mau ngelakuin operasi pengangkatan. Aku tau pasti sulit deh buat dia, tapi kan ini semua demi kesehatannya, demi anak *satu2nya* yang masi ngebutuhin dia...
Dari kejadian ini, aku ma temen2 kantor (pastinya yang cewek2 niy) *dan kalian semua para wanita* mulai deh perhatiin diri masing2 *ayo ayo* Pencegahan sejak dini itu pasti lebih baik *insyaAllah* Jangan pernah ragu2 untuk bertanya. Dan coba untuk inget, kita punya orang2 disekitar kita yang pastinya masih dan sangat membutuhkan kita. Jadi kita harus menjaga nikmat sehat yang Allah udah kasi ke kita.
ps: untuk temen2 yang baca postingan ini, walopun kalian ga kenal ma Mba' Rin, aku mohon kalian ikut ngedo'ain untuk kesembuhannya yaaa... Hanya Allah yang akan membalas kebaikan dan hati tulus kalian semua *amin*
Do'aku buat Mbak Rin.
ReplyDelete*hugs*
Nad
Turut berduka cita, ya Yul...
ReplyDelete*hugs*